Mengenang Kota Padang Tempo Dulu

SUNGAI Batang Arau di Padang, Sumatera Barat, mengalir di kawasan Kota Lama Padang. Di sinilah kawasan pusat niaga Kota Padang ketika Belanda masih bercokol di Sumatra Barat. Maka kawasan ini menjadi salah satu tujuan yang menarik bagi pendatang, selain menyawang berbagai bangunan tua bergaya kolonial, campuran Tionghoa, bahkan perpaduan India (Keling), juga menikmati pemandangan sekitar kota Padang.

Di kawasan Kota Lama ini, jalur kereta api pertama, bersama stasiunnya, masih bisa dilihat. Jalur kereta api Pulau Aie (Pulau Air) menghubungkan Pulau Air (Padang) ke Padang Panjang sepanjang 71 km. Jalur ini kelar dibangun pada 1891 dan menjadi jalur utama perdagangan di Padang. Sejak 1980-an jalur ini berhenti beroperasi.

Rel masih bisa dilihat di kawasan kota Padang ini. Rel ini bisa berada di dalam rumah atau menjadi bagian teras sebuah rumah. Sejak tidak beroperasi, kawasan itu kemudian tumbuh menjadi permukiman warga. Kondisi Stasiun Pulau Aie (Padang), yang merupakan cagar budaya, cukup mengkhawatirkan. Meski masih terlihat kokoh, namun di beberapa titik terlihat retakan yang lumayan dalam di dinding, termasuk  di sambungan tembok. Hampir seluruh material stasiun ini masih asli, termasuk lantainya.

Menengok lebih ke belakang, ke gedung yang bisa jadi dulu berfungsi sebagai depo, kondisinya sudah lebih parah. Di satu sisi sudah ambruk akibat gempa akhir September lalu yang mengguncang Sumatra Barat terutama di Padang. Belum lagi retak-retak yang terjadi di sekujur tembok. Sayangnya, gedung itu tak bisa ditilik hingga ke dalam karena sudah dimiliki oleh pihak lain.

Untuk menambah atraksi wisata di Padang, jalur kereta api pertama ini akan kembali dihidupkan untuk kereta wisata. Jalur sepanjang sekitar 2.300-an m itu menghubungkan Stasiun Simpang Haru ke Stasiun Pulau Aie di Pasa Gadang yang di masa lalu langsung terhubung ke Pelabuhan Muaro. Jalur ini sengaja akan dihidupkan untuk wisata nostalgia, melihat Padang di masa lalu.

Lantas kapan jalur wisata itu terwujud? Kita tunggu saja, sebab gempa yang mengguncang Padang sebulan lalu itu agaknya mengharuskan PT KA dan pemerintah Kota Padang berkonsentrasi pada urusan penanganan pasca gempa.  Belum lagi urusan pembenahan jembatan kereta api yang bergeser akibat gempa serta jalur kereta api yang tak lagi lurus, berkelok-kelok bahkan terpisah dari tanah tempat rel bertumpu. Ini terjadi di jalur Padang - Pariaman di km 43 dan jalur Padang - Kayutanam di km 41.

Di Sumatera Barat, Belanda membanguan tiga proyek yang saling terkait, yaitu tambang batubara Ombilin, jalur kereta api untuk mengangkut batubara, dan Emmahaven (Pelabuhan Teluk Bayur). Setelah membangun jalur pertama dari Pulau Aie ke Padang Panjang, Belanda melanjutkan jalur itu ke Bukit tinggi sepanjang 19 km (November 1891).

Dari Padang Panjang, Belanda kembali membangun jalur, kali ini ke Solok sepanjang 53 km yang selesai pada Juli 1892. Dari Solok jalur kereta api bertambah lagi menghubungkan Muara Kalaban sepanjang 23 km sementara dari Padang dibuka jalur jereta api ke Teluk Bayur sejauh 7 km yang semuanya kelar pada Oktober 1892.

Jalur pendek yang terakhir dan paling sulit adalah jalur dari Muara Kalaban  ke Sawah lunto sepanjang 2 km. Di jalur inilah Belanda harus menembus bukit agar jalur kereta bisa terhubung ke pusat batubara di Sawah lunto. Sebuah terowongan, biasa disebut Lubang Kalam, berjarak 835 m pun dibikin, dan orang rantailah yang dipaksa membuat terowongan yang selesai pada Januari 1894 itu.

sumber: warta kota

Mari Berbagi:
  • Facebook
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Google
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Reddit
  • E-mail this story to a friend!

Beberapa Koleksi Pakaian Pengantin Minangkabau & Pelaminan Minang

Pakaian pelaminan pengantin minangkabau berkerudung jilbab gaya koto gadang
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau sunting emas
Pakaian putih pengantin minangkabau akad nikah
Pakaian oranye pengantin Minangkabau pelaminan
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau tanduk
Tanduk ameh baju bintang pelaminan penganting minangkabau
Tanduk ameh pelaminan penganting minangkabau

KINI KAMI HADIR DI FACEBOOK

Tulisan Lain Pada Blog