Pernikahan Chairani Putri Yusuf Kalla Dilakukan Dengan Adat Minangkabau

Netty Wedding Organizer yang ditunjuk mewakili keluarga Jusuf Kalla mengurus pernikahan putri bungsu Kalla, Chairani Jusuf, dengan Marah Laut C. Noer, mengaku menyiapkan prosesi istimewa untuk acara sakral itu. “Akan ada upacara Malam Bainah yang merupakan prosesi adat Minangkabau. Pada malam ini, ada acara pelepasan masa gadis atau lajang dan malam persiapan sebelum pernikahan,” katanya ketika dihubungi Selasa, 20 Agustus 2013.

“Ibu Mufidah dan keluarga menantikan Malam Bainah yang akan diadakan Jumat, 23 Agustus 2013. Sudah lama mereka menaruh harapan kepada putri bungsunya. Syukurlah jodoh Ade sudah datang,” lanjutnya kembali.

Tim Wedding Organizer yang ditunjuk dan dipercaya keluarga Jusuf Kalla karena pengalaman menangani pernikahan adat Minangkabau. Secara harfiah, Bainah artinya melekatkan tumbukan halus daun pacar merah, yang dalam istilah Sumatera Barat disebut daun inai, ke kuku-kuku jari calon pengantin wanita. Tumbukan halus daun inai ini kalau dibiarkan lekat semalaman akan meninggalkan bekas warna merah yang cemerlang pada kuku. Ini adalah acara yang sudah lazim berlangsung pada malam hari sebelum besok paginya calon anak daro melangsungkan akad nikah.

Dalam filosofinya, Malam Bainah ini juga bermakna penting bagi upacara pernikahan seorang anak gadis untuk pertama kalinya di Minangkabau. Pernikahan ini dianggap bukan saja sesuatu yang sakral, tapi juga kesempatan bagi semua keluarga dan tetangga untuk saling menunjukkan partisipasi dan kasih sayangnya kepada keluarga yang empunya hajat.

Sesuai dengan keakraban masyarakat agraris, para handai tolan biasanya ikut membantu menyelesaikan berbagai macam pekerjaan, baik dalam persiapan di dapur maupun dalam menghias ruangan-ruangan dalam rumah. Pada kesempatan inilah, acara Malam Bainah diselenggarakan. Pada acara itu, keluarga dan tetangga terdekat mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang dan memberikan doa restunya melepas dara yang besok pagi akan dinikahkan.

Selain itu ada juga arti magis. Kabarnya, ujung-ujung jari yang dimerahkan dengan daun inai dan dibalut daun sirih mempunyai kekuatan yang bisa melindungi si calon pengantin dari hal-hal buruk yang mungkin didatangkan manusia yang dengki kepadanya.

Rencana pernikahaan putri bungsu Jusuf Kalla, Chairani Jusuf atau biasa disapa Ade, dengan Marah Laut C Noor akan berlangsung akhir pekan ini. Untuk akad nikahnya akan dilaksanakan pada Sabtu pagi, 24 Agustus, di Nusantara Ballroom, Hotel Dharmawangsa, Kebayoran, Jakarta Selatan. Untuk resepsinya akan berlangsung hari Minggu, 25 Agustus 2013, pukul 19.00 di Ritz Carlton, Pacific PLace, Sudirman, Jakarta Pusat.

Pernikahan Ade dan Marah akan memakai adat Minangkabau. Sangat sederhana dan bersahaja, karena sesuai pesan Bapak Jusuf Kalla supaya pernikahan ini yang utama khikmad dan sakral. Ade akan menjalani prosesi Malam Bainai atau malam pelepasan gadis atau persiapan sebelum menikah, menurut adat Minang. Acara malam Bainah akan berlangsung di kediaman keluarga di Brawijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan pada Jumat malam, 23 Agustus 2013. Acara ini hanya dihadiri sedikit keluarga sekitar 200 orang.

Pakaian yang dikenakan adalah pakaian adat Minangkabau warna kuning tapi bukan yang mentereng. Untuk busananya menggunakan warna kuning yang sangat soft tapi elegan. Sebagian songket dan kain-kain yang dikenakan berasal dari milik keluarga. Ibu Mufidah pecinta kain lokal Indonesia dan memiliki koleksi keluarga yang akan dipakai. Bukan barang mewah, tapi sangat sakral dan khitmad.

Akad nikah nantinya hanya diikuti oleh keluarga besar Bapak dan Ibu Jusuf Kalla. Karena ruangan yang dipesan di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran, Jakarta Selatan, memang ruangan terbatas, bukan ballroom yang besar, hanya berkapasitas terbesar 400 orang. Jadi hanya keluarga dekat saja untuk akad nikah. Kalau acara resepsi pernikahan tamu yang diundang sekitar 2500 orang.

Yang tidak kalah penting adalah pesan Bapak Jusuf Kalla tentang penyelenggaraan pernikahaan ini sesederhana mungkin dan sangat Indonesia. “Bapak mintanya semua harus memakai produk Indonesia. Makanan dan semua pernik harus dari Indonesia. Menu yang dipesan Bapak antara lain Coto Makasar, Sate Padang, Es Pisang Ijo, dan Sup Ikan. Ada juga menu dari luar, Roast Beef dan Sushi Sasimi.

Untuk lagu-lagunya pun semua dipesan Bapak Jusuf Kalla, yaitu lagu dari Minangkabau dan Makasar seperti lagu Angin Mamiri dan Onde-Onde Larauik Sanjo. Selain itu, tamu yang diundang pun tidak menggunakan pengamanan ala protokoler yang ketat. Para tamu dari kalangan rakyat biasa atau masyarakat yang ingin menyampaikan ucapan selamat dipersilahkan. “Yang penting tertib, tidak buat gaduh, atau kekacauan. Bapak sangat ingin pesta ini bisa dinikmati masyarakat. Kata Bapak, seperti kebanyakan orang tua lain yang berbahagia saat mendapat ucapan selamat dari para tamu tanpa membedakan siapa dia,” ungkap Netty.

Mari Berbagi:
  • Facebook
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Google
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Technorati
  • Reddit
  • E-mail this story to a friend!

Beberapa Koleksi Pakaian Pengantin Minangkabau & Pelaminan Minang

Pakaian pelaminan pengantin minangkabau berkerudung jilbab gaya koto gadang
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau sunting emas
Pakaian putih pengantin minangkabau akad nikah
Pakaian oranye pengantin Minangkabau pelaminan
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau tanduk
Tanduk ameh baju bintang pelaminan penganting minangkabau
Tanduk ameh pelaminan penganting minangkabau

KINI KAMI HADIR DI FACEBOOK

Tulisan Lain Pada Blog