Penting dan Vitalnya Partisipasi Politik Wanita Minang

Dalam era otonomi daerah, Sumatera Barat sejak awal Januari 2001 kembali ke sistem pemerintahan nagari (institusi terendah dalam sistem pemerintahan, menggantikan desa), menyusul keluarnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2000. "Nagari dalam tradisi masyarakat Minangkabau merupakan identitas kultural yang menjadi lambang mikrokosmik sebuah tatanan makrokosmik lebih luas. Di dalam dirinya terkandung sistem yang memenuhi persyaratan embrional sebuah sistem negara. Nagari adalah negara dalam artian miniatur, dan merupakan republik kecil yang sifatnya self contained, otonom, dan mampu membenahi diri sendiri," kata Drs Yulrizal Baharin, MSi, ahli pakar nagari. Yang menjadi sorotan luas di kalangan masyarakat Sumatera Barat adalah, bila Indonesia sekarang dipimpin seorang perempuan, Megawati Soekarnoputri, apa tidak mungkin nagari juga dipimpin perempuan? Pertanyaan ini sangat mendasar dan beralasan, karena dalam kaba (cerita tradisi yang memasyarakat dan tumbuh subur di Minangkabau) peran vital perempuan di Minangkabau ...

Runtuh dan Bangkrutnya Budaya Minangkabau

Etnis Minangkabau sudah lama mengalami kebangkrutan budaya, tidak saja pasca-Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (1958-1961), tetapi juga semasa Orde Baru. Pengaruh eksternal politik nasional yang merasuk ke dalam kehidupan masyarakat Minangkabau merupakan faktor luar yang sangat berpengaruh dan mempercepat terjadinya kebangkrutan budaya Minangkabau. Demikian dikemukakan budayawan Edy Utama dalam seminar internasional Kebudayaan Minangkabau, Selasa (23/11) di Padang. "Kebudayaan Minangkabau yang berproses secara empiris dengan acuan nilai-nilai ideal dalam ’warisan kata-kata’ membutuhkan respons konkret dalam perilaku keseharian. Budaya harus ditafsirkan sebagai kata kerja, bukan kata benda," kata Edy Utama, yang mantan Ketua Dewan Kesenian Sumatera Barat. Edy menjelaskan, sebetulnya orang Minang sudah lama mengenal konsep revitalisasi, tercermin dari ungkapan adat yang usang-usang diperbarui sehingga bisa kembali berarti dalam masyarakat. Masalahnya sekarang, apakah yang perlu direvitalisasi dari kebudayaan Minangkabau. Menurut Edy, yang paling penting adalah merevitalisasi paradigma berpikir ...

Sumatera Barat Pemberontak Yang Takluk

Sumatera Barat adalah daerah luar Jawa yang paling banyak menyumbang tokoh di panggung politik nasional, sejak era kolonial sampai era Soeharto. Tokoh-tokoh Sumatera Barat itu juga mewakili semua spektrum ideologi politik, mulai dari Tan Malaka hingga Hamka. Karena itu, Sumatera Barat memiliki tempat tersendiri dalam sejarah politik Indonesia. Sumatera Barat pernah menggelorakan pemberontakan terhadap penguasa pusat yang dianggap otoriter dan sentralis, baik di era kolonial maupun di masa Indonesia merdeka. Namun, ketika penguasa paling sentralis dan otoriter berkuasa di Indonesia, yaitu rezim militer Orde Baru, Sumatera Barat menjadi anak manis. Dari Sumatera Barat, kita dapat melacak sejarah visi Indonesia merdeka, terutama dalam hal hubungan pusat dengan daerah. Sejarah Sumatera Barat memperlihatkan bahwa hubungan pusat dengan daerah adalah hubungan yang saling mencemburui karena pusat selalu bernafsu ...

Penulisan Ulang Sejarah Minangkabau

Daripada membuat ringkasan dan review mengenai lima buah buku karya Rusli Amran, alangkah baiknya jika memperkenalkan sedikit perdebatan mengenai sejarah Minangkabau diantara para penulis sejarah Minangkabau atau yang sering disebut Ahli sejarah amatiran di Indonesia. Sebagian besar orang Indonesia mengetahui karya-karya Taufik Abdullah, Deliar Noer, Alfian, Harsja Bachtiar dan penulis-penulis Indonesia lain yang terdidik dan terpelajar mengenai sejarah Indonesia. Akan tetapi disamping kelompok tersebut terdapat kelompok informal lain yang menulis buku berdasarkan fakta-fakta dan spekulasi yang hanya beredar di Indonesia dan bertujuan hanya untuk dibaca dikalangan rakyat Indonesia saja. Para ahli sejarah amatiran ini menarik untuk dibahas. Pada pertengahan tahun 1961, semangat kebangsaan dan kepahlawanan orang-orang Minangkabau telah hancur. Pemberontakan yang dilancarkan oleh pendukung Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia dan telah tiga tahun berjuang menentang pemerintahan pusat yang makin lama makin condong dan menunjukan keberpihakan pada ...

Minangkabau Dalam Proses Pembangunan Sebuah Bangsa

Dalam visi tradisional Jawa, Jawalah yang merupakan pusat dunia. Selain Jawa adalah mancanegara dan tanah seberang, yang bukan saja dipenduduki oleh manusia kelas dua tetapi juga berperadaban rendah. Budaya politik Jawa berkisar pada konsep kekuasaan yang terpusat di ibukota (kultur politik otoritarian dan sentralistik). Sangatlah berbeda dengan budaya politik Minangkabau bukan saja mendistribusikan kekuasaan tersebut pada mufakat kerapatan adat nagari dan suku tetapi sama sekali tidak berkeberatan dengan kemajemukan dan nyaman-nyaman saja dengan perbedaan pendapat. Sungguh akan sangat menarik untuk meneliti bagaimana persepsi dari penduduk mancanegara dan tanah seberang ini sendiri terhadap para penguasa Jawa ini, baik dari sejarah maupun dari mitologi mereka. Proses Pembangunan BangsaKesadaran akan Bangsa Soekarno dan Hatta ...

Mengenang Kejayaan Pantai Barat Sumatera

Dalam konteks Indonesia, sejarah mencatat peranan penting laut sebagai kekuatan penggerak sejarah. Semboyan-semboyan seperti "Nenek Moyangku Orang Pelaut", "Kita Bangsa Bahari", "Jalasveva Jayamahe", dan "Indonesia Tanah Airku" merupakan wujud dari rasa keterikatan yang dalam kepada ranah bahari. Namun, masih sangat sedikit ilmuwan yang memiliki perhatian untuk mengeskplorasi dunia bahari Indonesia. Selain itu, pada umumnya studi tentang peran penting laut yang telah ada juga dilakukan ilmuwan asing. Ilmuwan kita sendiri lebih tertarik pada kajian terhadap berbagai aspek sosial, politik, budaya, dan ekonomi di tanah darat.Gusti Asnan, doktor lulusan Universitas Bremen, Jerman, tergerak mengisi kekosongan itu. Lingkup spasial studinya ialah pantai barat Sumatera. Pantai barat Sumatera yang dimaksudkannya adalah satu kesatuan daerah administratif yang membentang dari ...

Mengenang 100 Tahun Proklamator Bung Hatta

Mengenang 100 tahun proklamator kemerdekaan kita, Mohammad Hatta, 12 Agustus 1902-12 Agustus 2002, agaknya layak dilakukan seperti meninjau kembali hampir seluruh proses terbentuknya bangsa kita. Meninjau kembali berarti menilai ulang masa 100 tahun itu dengan pikiran warga negara merdeka. Tidak akan mengherankan bila tinjauan seperti itu menimbulkan kesadaran tentang betapa selama ini anggapan kita mengenai proses tersebut sarat dengan mentalitas rakyat jajahan. Berbeda dari kebanyakan rakyat jajahan, Hatta tidak terperangkap dalam hanya menolak atau menerima cita-cita itu. Sebaliknya, ia dengan sangat bebas memilih dari kehidupan sekitarnya apa yang dianggap perlu bagi diri sendiri dan masyarakatnya. Sikap bebas ini, khususnya rasa girangnya menjelajahi hidup, selama ini dikaburkan, seolah-olah itu merupakan cacat, diganti dengan gambaran kesalehan Hatta yang hampir menjadi karikatur. Sesungguhnya masa kecil Hatta merupakan ...

Beberapa Koleksi Pakaian Pengantin Minangkabau & Pelaminan Minang

Pakaian pelaminan pengantin minangkabau berkerudung jilbab gaya koto gadang
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau sunting emas
Pakaian putih pengantin minangkabau akad nikah
Pakaian oranye pengantin Minangkabau pelaminan
Pakaian pelaminan pengantin minangkabau tanduk
Tanduk ameh baju bintang pelaminan penganting minangkabau
Tanduk ameh pelaminan penganting minangkabau

KINI KAMI HADIR DI FACEBOOK

Tulisan Lain Pada Artikel Minangkabau